Rencana itu adalah merupakan hasil diskusi bersama. (ATAU) Rencana itu merupakan hasil diskusi bersama.
Rencana itu merupakan hasil diskusi bersama. (Kata "adalah" dan "merupakan" punya fungsi yang sama. Pilih salah satu saja supaya efektif.)
Tugas itu sudah dikerjakan oleh saya. (ATAU) Tugas itu sudah saya kerjakan.
Tugas itu sudah saya kerjakan. (Untuk kata ganti orang pertama (saya/aku), urutannya harus Subjek + Kata Kerja, tidak boleh pakai "di-oleh".)
Harga buku ini lebih mahal dibandingkan buku itu. (ATAU) Harga buku ini lebih mahal daripada buku itu.
Harga buku ini lebih mahal daripada buku itu. (Untuk membandingkan dua hal dalam kalimat baku, gunakan kata hubung "daripada".)
Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. (ATAU) Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. (Penyisipan kata antara pelaku dan verba pasif.)
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (ATAU) Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Pemborosan kata (pleonasme) "adalah untuk".)
Surat itu saya sudah kirimkan ke alamat sekolah. (ATAU) Surat itu sudah saya kirimkan ke alamat sekolah.
Surat itu sudah saya kirimkan ke alamat sekolah. (Pola pasif personal tidak boleh disisipi kata lain.)
Meskipun hari hujan, tetapi ia tetap berangkat. (ATAU) Meskipun hari hujan, ia tetap berangkat.
Meskipun hari hujan, ia tetap berangkat. (Penggunaan dua konjungsi (kata penghubung) yang semakna ''meskipun" dan ''tetapi")
Kita harus merubah kebiasaan buruk sejak dini. (ATAU) Kita harus mengubah kebiasaan buruk sejak dini.
Kita harus mengubah kebiasaan buruk sejak dini. (Kata dasarnya "Ubah". Imbuhan me- ketemu "Ubah" jadi mengubah, bukan merubah)
Siswa harus rajin belajar agar supaya bisa lulus ujian. (ATAU) Siswa harus rajin belajar agar bisa lulus ujian.
Siswa harus rajin belajar agar bisa lulus ujian. (Kata "agar" dan "supaya" memiliki arti yang sama. Menggunakan keduanya membuat kalimat tidak efektif)
Bagi siswa yang ingin ikut studi banding harap mendaftar. (ATAU) Siswa yang ingin ikut studi banding harap mendaftar.
Siswa yang ingin ikut studi banding harap mendaftar. (Subjek hilang karena ada preposisi "Bagi".)
Para siswa-siswa saling pukul-memukul di lapangan. (ATAU) Siswa saling memukul di lapangan.
Siswa saling memukul di lapangan. (ada pemborosan kata pada penggunaan kata "para" dan pengulangan "siswa-siswa")
Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. (ATAU) Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen.
Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen. (Struktur kalimat rancu/tidak sejajar.)
Meskipun sudah lama, namun hasilnya belum memuaskan. (ATAU) Meskipun sudah lama, hasilnya belum memuaskan.
Meskipun sudah lama, hasilnya belum memuaskan. (Konjungsi ganda (Meskipun + Namun).)
Karena lelah sekali, maka ia tertidur di dalam kelas. (ATAU) Karena lelah sekali, ia tertidur di dalam kelas.
Karena lelah sekali, ia tertidur di dalam kelas. (Konjungsi "maka" tidak perlu setelah anak kalimat.)
Masalah itu sudah saya sampaikan kemarin. (ATAU) Tentang masalah itu saya sudah sampaikan kemarin.
Masalah itu sudah saya sampaikan kemarin. (Penggunaan preposisi "tentang" di awal kalimat tidak diperlukan)
Your experience on this site will be improved by allowing cookies.