Memakai pembersih rumah tangga alami berbasis cuka dan baking soda yang tidak berbahaya dibanding bahan kimia keras.
Proses Sintesis Kimia yang Lebih Aman
Menggunakan air atau alkohol nabati (etanol) sebagai pelarut dalam produk pembersih rumah tangga.
Penggunaan Pelarut dan Bahan Pendukung yang lebih Aman
Melakukan reaksi kimia pada suhu ruang untuk menurunkan kebutuhan pemanasan, misalnya reaksi esterifikasi dengan katalis asam.
Rancang Proses yang Efisien Energi
Pengamatan emisi gas dari pembakaran bahan organik di laboratorium dengan penggunaan sensor untuk mencegah polusi udara berlebihan.
Pencegahan polusi secara real time
Memilih produk pangan yang diproses secara minim agar hampir semua bahan digunakan, tanpa limbah berlebih.
Manajemen Atom Yang Baik
Memanfaatkan minyak nabati untuk memasak sebagai pengganti minyak mineral atau bahan fosil.
Gunakan Bahan Baku yang Terbarukan
Mengelola sampah rumah tangga dengan memilah jenis sampah organik dan anorganik untuk daur ulang.
Pencegahan polusi secara real time
Praktikum pembuatan larutan indikator menggunakan bahan non-toksik seperti kubis ungu daripada menggunakan bahan kimia sintetis yang berbahaya.
Proses Sintesis Kimia yang Lebih Aman
Mengolah makanan secara sederhana tanpa penggunaan bahan pengawet atau bahan tambahan kimia yang tidak perlu.
Kurangi Produk Turunan
Memilih sabun herbal yang berbahan alami dan tidak mengandung bahan kimia sintetis berbahaya.
Rancang Bahan Kimia yang Lebih Aman
Praktikum isolasi senyawa alami dari tumbuhan secara langsung tanpa modifikasi kimia berlebihan (misal ekstraksi klorofil tanpa derivatisasi).
Kurangi Produk Turunan
Praktikum penggunaan enzim sebagai katalis dalam konversi minyak menjadi biodiesel atau percobaan enzim hidrolisis pada laboratorium biokimia.
Gunakan Katalis
Praktikum reaksi dengan pelarut air pada suhu kamar tanpa pemanasan untuk menurunkan penggunaan pelarut beracun dan energi.
Penggunaan Pelarut dan Bahan Pendukung yang lebih Aman
Mengganti penggunaan reagen beracun (misal KMnO4) dengan larutan yang tidak berbahaya (misal larutan iodium) dalam praktikum reaksi redoks agar limbah berbahaya tidak terbentuk.
Pencegahan Limbah
Pencucian pakaian menggunakan deterjen berbasis enzim yang mempercepat proses tanpa penggunaan bahan kimia keras.
Gunakan Katalis
Melakukan reaksi sintesis sederhana di laboratorium di mana semua atom pereaksi berubah menjadi produk utama, seperti sintesis ester menggunakan katalis asam kuat.
Manajemen Atom Yang Baik
Pembuatan sabun herbal berbasis ekstrak tanaman yang aman di praktikum kimia organik.
Rancang Bahan Kimia yang Lebih Aman
Merancang protokol praktikum dengan bahan kimia yang minim risiko (tidak mudah terbakar, tidak beracun) dan penggunaan APD lengkap selama praktikum di laboratorium.
Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan
Menggunakan lampu LED hemat energi untuk penerangan rumah.
Rancang Proses yang Efisien Energi
Menggunakan kantong belanja kain atau tas yang dapat dipakai ulang untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai.
Pencegahan Limbah
Menggunakan kemasan plastik biodegradable yang mudah terurai di lingkungan.
Desain produk yang mudah terurai
Praktikum sintesis biodiesel menggunakan minyak sayur sebagai bahan baku terbarukan.
Gunakan Bahan Baku yang Terbarukan
Menyimpan bahan kimia rumah tangga di tempat aman dan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan rumah.
Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan
Sintesis dan karakterisasi bahan plastik biodegradable sederhana (misalnya berbasis pati atau polimer alami) dalam praktikum kimia material.
Desain produk yang mudah terurai
Your experience on this site will be improved by allowing cookies.