Study

Matching Quiz Prinsip kimia Hijau

  •   0%
  •  0     0     0

  • Memakai pembersih rumah tangga alami berbasis cuka dan baking soda yang tidak berbahaya dibanding bahan kimia keras.
    Proses Sintesis Kimia yang Lebih Aman
  • Menggunakan air atau alkohol nabati (etanol) sebagai pelarut dalam produk pembersih rumah tangga.
    Penggunaan Pelarut dan Bahan Pendukung yang lebih Aman
  • Melakukan reaksi kimia pada suhu ruang untuk menurunkan kebutuhan pemanasan, misalnya reaksi esterifikasi dengan katalis asam.
    Rancang Proses yang Efisien Energi
  • Pengamatan emisi gas dari pembakaran bahan organik di laboratorium dengan penggunaan sensor untuk mencegah polusi udara berlebihan.
    Pencegahan polusi secara real time
  • Memilih produk pangan yang diproses secara minim agar hampir semua bahan digunakan, tanpa limbah berlebih.
    Manajemen Atom Yang Baik
  • Memanfaatkan minyak nabati untuk memasak sebagai pengganti minyak mineral atau bahan fosil.
    Gunakan Bahan Baku yang Terbarukan
  • Mengelola sampah rumah tangga dengan memilah jenis sampah organik dan anorganik untuk daur ulang.
    Pencegahan polusi secara real time
  • Praktikum pembuatan larutan indikator menggunakan bahan non-toksik seperti kubis ungu daripada menggunakan bahan kimia sintetis yang berbahaya.
    Proses Sintesis Kimia yang Lebih Aman
  • Mengolah makanan secara sederhana tanpa penggunaan bahan pengawet atau bahan tambahan kimia yang tidak perlu.
    Kurangi Produk Turunan
  • Memilih sabun herbal yang berbahan alami dan tidak mengandung bahan kimia sintetis berbahaya.
    Rancang Bahan Kimia yang Lebih Aman
  • Praktikum isolasi senyawa alami dari tumbuhan secara langsung tanpa modifikasi kimia berlebihan (misal ekstraksi klorofil tanpa derivatisasi).
    Kurangi Produk Turunan
  • Praktikum penggunaan enzim sebagai katalis dalam konversi minyak menjadi biodiesel atau percobaan enzim hidrolisis pada laboratorium biokimia.
    Gunakan Katalis
  • Praktikum reaksi dengan pelarut air pada suhu kamar tanpa pemanasan untuk menurunkan penggunaan pelarut beracun dan energi.
    Penggunaan Pelarut dan Bahan Pendukung yang lebih Aman
  • Mengganti penggunaan reagen beracun (misal KMnO4) dengan larutan yang tidak berbahaya (misal larutan iodium) dalam praktikum reaksi redoks agar limbah berbahaya tidak terbentuk.
    Pencegahan Limbah
  • Pencucian pakaian menggunakan deterjen berbasis enzim yang mempercepat proses tanpa penggunaan bahan kimia keras.
    Gunakan Katalis
  • Melakukan reaksi sintesis sederhana di laboratorium di mana semua atom pereaksi berubah menjadi produk utama, seperti sintesis ester menggunakan katalis asam kuat.
    Manajemen Atom Yang Baik
  • Pembuatan sabun herbal berbasis ekstrak tanaman yang aman di praktikum kimia organik.
    Rancang Bahan Kimia yang Lebih Aman
  • Merancang protokol praktikum dengan bahan kimia yang minim risiko (tidak mudah terbakar, tidak beracun) dan penggunaan APD lengkap selama praktikum di laboratorium.
    Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan
  • Menggunakan lampu LED hemat energi untuk penerangan rumah.
    Rancang Proses yang Efisien Energi
  • Menggunakan kantong belanja kain atau tas yang dapat dipakai ulang untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai.
    Pencegahan Limbah
  • Menggunakan kemasan plastik biodegradable yang mudah terurai di lingkungan.
    Desain produk yang mudah terurai
  • Praktikum sintesis biodiesel menggunakan minyak sayur sebagai bahan baku terbarukan.
    Gunakan Bahan Baku yang Terbarukan
  • Menyimpan bahan kimia rumah tangga di tempat aman dan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan rumah.
    Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan
  • Sintesis dan karakterisasi bahan plastik biodegradable sederhana (misalnya berbasis pati atau polimer alami) dalam praktikum kimia material.
    Desain produk yang mudah terurai