Study

MAJAS

  •   0%
  •  0     0     0

  • Sihir, sihir, dan sihir! Itulah dunia yang ia cintai.
    Majas Penegasan
  • Di dunia tanpa cahaya, ia menemukan harapan.
    Majas Pertentangan
  • Mereka tertawa dalam kesedihan saat kerajaan runtuh.
    Majas Pertentangan
  • “Hahaha, si pemalas ingin jadi penyelamat dunia.”
    Majas Sindiran
  • “Hebat sekali kau, bisa membuat ramuan yang bahkan tikus pun tak mau mencium!”
    Majas Sindiran
  • Matanya bersinar seperti bintang di langit malam.
    Majas Perbandingan
  • Tubuhnya beku oleh es, tapi hatinya terbakar amarah.
    Majas Pertentangan
  • “Kau penyihir atau badut? Mantramu malah bikin ketawa!”
    Majas Sindiran
  • Di tengah keramaian istana, ia merasa sendirian
    Majas Pertentangan
  • Hatinya lautan misteri yang tak bisa dijelajahi siapa pun.
    Majas Perbandingan
  • “Rajamu dermawan sekali, rakyatnya sampai tak punya apa-apa.”
    Majas Sindiran
  • Suaranya merdu bagai lonceng perak di negeri peri.
    Majas Perbandingan
  • Aku percaya, ya, aku percaya keajaiban masih ada.
    Majas Penegasan
  • Angin malam menyapa lembut wajah para peri.
    Majas Perbandingan
  • Kuat dan lemah sama-sama memiliki peran dalam legenda itu.
    Majas Pertentangan
  • Ia berlari, berlari, dan terus berlari mengejar waktu.
    Majas Penegasan
  • Gelap, gelap, gelap! Tak ada cahaya selain hatinya.
    Majas Penegasan
  • "Pasti kau datang ke pesta itu bukan karena diundang, ya?”
    Majas Sindiran
  • "Sihirmu hebat, tapi sayang tak berguna tanpa keberanian.”
    Majas Sindiran
  • Gunung tua itu menghela napas panjang sebelum meletus.
    Majas Perbandingan
  • Baik dan jahat bersatu di medan perang sihir.
    Majas Pertentangan
  • Ia menjadi bintang penuntun di tengah gelapnya hutan ajaib.
    Majas Perbandingan
  • “Oh, jadi kau penyihir besar yang takut sama kucing?”
    Majas Sindiran
  • Tubuhnya ringan bagai kapas saat melayang di udara.
    Majas Perbandingan
  • Dalam dunia ini, siang dan malam seakan tak ada bedanya.
    Majas Pertentangan
  • Tua dan muda berdiri bersama melawan penjahat
    Majas Pertentangan
  • Bangkitlah, bangkitlah, bangkitlah! seru sang guru kepada muridnya
    Majas Penegasan
  • “Otakmu memang bodoh, sampai-sampai lupa cara berpikir!”
    Majas Sindiran
  • “Kau memang suka menolong, tentu saja hanya kalau ada hadiah.”
    Majas Sindiran
  • Ia berlari cepat seperti kilat mengejar bola ajaib
    Majas Perbandingan
  • Belajar, belajar dan belajar! Itulah dunia yang ia cintai.
    Majas Penegasan
  • Bintang-bintang tersenyum malu di langit malam.
    Majas Perbandingan
  • “Kereta terbangmu cepat sekali, sepertinya butuh 10 tahun untuk sampai.”
    Majas Sindiran
  • Tubuhnya kecil, namun keberaniannya begitu besar
    Majas Pertentangan
  • Pohon-pohon berbisik pelan di bawah sinar bulan.
    Majas Perbandingan
  • Gadis itu bunga kerajaan yang selalu dirindukan rakyat.
    Majas Perbandingan