apa mungkin sebuah perubahan bisa terjadi hanya dalam satu detik
pertanyaan retoris
Kota itu terkenal sebagai kota paling bersih. setiap sudut kota selalu terlihat sampah yang berserakan.
Majas Ironi
adik mewarnai buku gambarnya
kata kerja material
Dia siswa yang sangat rajin. Dia menjadi terbiasa berdiri dengan hormat menghadap bendera ditengah lapangan di siang hari
majas ironi
bagus sekali tulisanmu sampai tidak bisa dibaca
majas ironi
air matanya tidak menarik perhatianku, bahkan jika dia menangis dengan sangat sedih atau menyakitkan. aku tidak akan terkecoh lagi oleh tangisnya
majas sarkasme
terima saja pekerjaan itu,dengan ijazah SMA mu apakah kamu pikir bisa memilh milih pekerjaan seperti apa yang kamu inginkan dan dengan gaji yang besar?
majas sinisme
mana mungkin orang mati bisa hidup kembali
pertanyaan retoris
ibu membaca buku di teras rumah
kata kerja material
apa kamu pikir, kamu bisa membeli nyawa?
pertanyaan retoris
ibu sedang mencuci pakaian,sedangkan ayah sedan menonton tv
kata kerja material
Di saat kamu meminta tolong, aku selalu membantu,namun jika giliran meminta tolong kamu kemana saja,
Majas Sinisme
Pergi sana jadi gembel jalanan
Majas Sarkasme
Kepalamu besar, Namun isinya kosong
Majas Sinisme
Sudah melihatmu saja, aku merasa jijik
Majas Sarkasme
tugas yang diberikan sangat mudah, sampai perlu berminggu-minggu untuk di kerjakan
majas ironi
apa bisa kita menuntut hak kita? sedangkan kewajiban kita saja tidak dilaksanakan
pertanyaan retoris
kamu kan sudah pintar? kenapa kamu bertanya kepadaku yang bodoh ini?
majas sinisme
Suaranya sangat merdu layaknya kaset kusut
Majas Ironi
Dasar payah! percuma sekolah tinggi-tinggi kalau tak punya sopan santun
Majas Sarkasme
Apa kau buta? ada anak kecil di depanmu masih saja kau tabrak
Majas Sarkasme
untuk apa kamu meletakkan tanganmu disini? bukan membantu pekerjaan kita, kamu malah membuat suasana semakin sesak
majas sarkasme
siswa menggambar pemandangan di atas kertas
kata kerja material
Your experience on this site will be improved by allowing cookies.