Study

Analisis Unsur Hikayat

  •   0%
  •  0     0     0

  • Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit
    Budaya
  • Ciri/Karakteristik hikayat dari kutipan "Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu."
    Kemustahilan
  • Nilai yang terdapat dalam kutipan berikut, Sejurus lamanya timbul pikiran dan berkata ia dalam hati, “Baiklah kemalangan ini kuserahkan saja kepada-Nya.
    Agama
  • Kata arkais dalam kutipan "Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu."
    Nujum
  • Maka ia pun tiada beranak seorang pun jua. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakannya,siapa juga yang patut dijadikan raja.
    Sosial
  • Latar tempat dalam kutipan hikayat "Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki"
    Hutan
  • Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
    Edukasi
  • Majas yang terdapat dalam kutipan berikut, Begitulah dengan sangat berkobar-kobar kami menceritakan ramalan masing-masing.
    Hiperbola
  • Nilai dalam kutipan hikayat berikut, Maka sahut si Miskin, “Ada juga tuanku.” Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku.
    Budaya
  • Hikayat ini disalin oleh hamba yang hina dina. Ciri/Karakteristik hikayat dalam kutipan tersebut adalah
    Anonim
  • "Benar anakku . Jika suatu saat engkau berada di masa-masa sulit ingatlah pelajaran tentang batu dan pohon ara itu. Segala kesulitan yang menindihmu, sebenarnya merupakan kesempatan bagimu untuk berakar, semakin kuat, bertumbuh
    Pendidikan
  • Nilai dalam kutipan berikut "Namun, berhamburan kabar Pak Lurah akan mengorbankan tanah masjid dan sekitanya ini kepada orang kota untuk sebuah proyek pasar masuk kampung."
    Moral
  • Nilai yang terdapat dalam kutipan hikayat "Akhirnya, kedua kerajaan itu berkembang bersama, saling bahu-membahu untuk menciptakan kerukunan, kemakmuran, dan perdamaian."
    Sosial
  • Makna kata "dititahkan" adalah
    diperintah
  • Nilai dalam kutipan hikayat berikut " Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buahbuahan."
    Sosial
  • Watak tokoh Budi dalam kutipan berikut, Budi menyapu air mata adiknya sambil berkata, “Diamlah, Gus, jangan menangis. Ini aku bawakan nasi bungkus.”
    Penyayang
  • Istri sang Raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau, tak mau belajar.
    Moral
  • Nilai dalam kutipan hikayat tersenut "Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada hambanya. Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu."
    Agama
  • Nilai yang terdapat kutipan hikayat "Selama mereka bersama, raksasa perempuan banyak memberikan pengalaman baiknya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata untuk melawan Buraksa (raksasa jahat)"
    Edukasi
  • Nilai dalam kutipan berikut "Darko hanya tersenyum sambil gelengkan kepala berkali-kali isyarat kerendahan hati, seakan berkata bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa selain memijat."
    Nilai Moral
  • Majas yang terdapat dalam kutipan "Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya"
    Majas Simile
  • Majas dalam kutipan berikut "Lihatlah betapa daun-daun tidak pernah berhenti menciumi bumi."
    Personifikasi