Game Preview

Demokrasi Liberal hingga demokrasi terpimpin

  •  Indonesian    20     Public
    ketersebaran kekuatan dan identitas nasional baru, ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah serta ancaman disintegrasi
  •   Study   Slideshow
  • Penyebab utama seringnya terjadi pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal (1950-1959) adalah...
    Adanya mosi tidak percaya dari parlemen terhadap kabinet
  •  15
  • Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) pada akhir 1950-an berpusat di wilayah...
    Sumatera dan Sulawesi
  •  15
  • Dekrit Presiden 5 Juli 1959 secara resmi menandai berakhirnya era Demokrasi Liberal dan menjadi awal dari era...
    Demokrasi Terpimpin
  •  15
  • Salah satu ciri utama dalam sistem kepartaian yang dianut Indonesia pada masa Demokrasi Liberal adalah...
    Sistem multipartai dengan banyak partai politik yang saling bersaing
  •  15
  • Latar belakang utama munculnya gerakan PRRI/Permesta bukanlah sekadar persoalan militer, melainkan lebih merupakan akumulasi dari...
    Kekecewaan daerah terhadap ketimpangan alokasi dana pembangunan dari pusat
  •  25
  • Kegagalan Konstituante dalam merumuskan Undang-Undang Dasar yang baru antara tahun 1956-1959 dapat dianalisis sebagai cerminan paling jelas dari...
    Perdebatan ideologis yang sangat tajam dan sulit dipertemukan antar partai
  •  20
  • Ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada era 1950-an paling signifikan terlihat pada aspek ekonomi, di mana daerah-daerah kaya sumber daya alam merasa bahwa...
    Hasil kekayaan alam mereka lebih banyak dinikmati oleh pemerintah pusat
  •  25
  • Jika dibandingkan, tuntutan otonomi daerah yang disuarakan oleh PRRI/Permesta memiliki kesamaan fundamental dengan beberapa tuntutan awal gerakan DI/TII di daerah tertentu, yaitu...
    Kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dianggap tidak adil
  •  20
  • Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menumpas berbagai pemberontakan daerah pada periode 1950-1959 secara tidak langsung telah membawa konsekuensi politik, yaitu...
    Menguatnya posisi tawar politik TNI dalam konstelasi nasional
  •  20
  • Konsep "identitas nasional baru" yang coba dibangun oleh Presiden Soekarno pada masa Demokrasi Terpimpin melalui slogan seperti NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis) bertujuan untuk...
    Menciptakan persatuan dengan merangkul semua kekuatan ideologi besar di masyarakat
  •  25
  • Manakah di antara faktor-faktor berikut yang dinilai paling dominan dalam menyebabkan kegagalan sistem Demokrasi Liberal di Indonesia?
    Ketidakmampuan elite-elite politik untuk membangun koalisi yang stabil dan solid
  •  20
  • Mengapa sistem multipartai yang diadopsi pada masa Demokrasi Liberal justru menjadi salah satu sumber utama instabilitas politik?
    Karena partai-partai lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan nasional
  •  25
  • Kebijakan Presiden Soekarno membubarkan Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pasca-peristiwa PRRI/Permesta dapat diinterpretasikan sebagai...
    Langkah strategis untuk menghilangkan lawan-lawan politiknya yang paling vokal
  •  20
  • Ancaman disintegrasi bangsa pada periode 1950-1959 merupakan akumulasi dari berbagai masalah fundamental...
    Tumbuhnya sentimen kedaerahan akibat kebijakan yang sentralistis
  •  20
  • Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sering dianggap sebagai solusi atas kemacetan politik nasional. Namun, dari sudut pandang demokrasi, dektrit tersebut juga menjadi awal dari...
    Pemusatan kekuasaan di tangan eksekutif (presiden)
  •  20
  • Pembentukan Dewan-Dewan daerah seperti Dewan Banteng di Sumatera Barat dan Dewan Gajah di Sumatera Utara pada dasarnya adalah bentuk...
    Protes dan koreksi terhadap pemerintah pusat yang dianggap mengabaikan daerah
  •  25