Seorang siswa begadang belajar demi persiapan ujian agar mendapatkan nilai sempurna.
RASIONAL INTRUMENTAL
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Mengadakan acara tahlilan atau selamatan pada hari-hari tertentu (misalnya 3, 7, 40, 100 hari) setelah kematian
TINDAKAN TRADISIONAL
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Seorang tokoh agama menolak tawaran suap yang besar untuk mengubah pendiriannya
BERORIENTASI PADA NILAI
Oops!
Check
Okay!
Check
baam
Lose 15 points!
Oops!
magnet
Take 15 points!
Okay!
shark
Other team loses 20 points!
Okay!
thief
Give points!
5
10
15
20
25
20
Seorang penggemar bola melompat kegirangan dan berteriak keras saat tim kesayangannya mencetak gol kemenangan
TINDAKAN AFEKTIF
Oops!
Check
Okay!
Check
eraser
Reset score!
Oops!
shark
Other team loses 25 points!
Okay!
rocket
Go to first place!
Okay!
thief
Give points!
5
10
15
20
25
monster
Reset all scores!
Oops!
gold
Win 50 points!
Okay!
fairy
Take points!
5
10
15
20
25
thief
Give points!
5
10
15
20
25
20
Seseorang tanpa sengaja tersenyum bahagia ketika bertemu dengan orang yang disayangi di tempat umum.
TINDAKAN AFEKTIF
Oops!
Check
Okay!
Check
20
Seorang pekerja memilih rute terpendek atau menggunakan transportasi publik yang lebih cepat untuk sampai ke kantor tepat waktu.
RASIONAL INSTRUMENTAL
Oops!
Check
Okay!
Check
20
Membaca buku untuk menambah pengetahuan pribadi
TINDAKAN BIASA
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Masyarakat Jawa selalu menundukkan badan ketika berjalan melewati orang yang lebih tua sebagai tanda sopan santun.
TINDAKAN TRADISIONAL
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Seorang yang sedang marah secara spontan membanting pintu setelah berdebat dengan pasangannya.
TINDAKAN AFEKTIF
Oops!
Check
Okay!
Check
20
Gambar tersebut merupakan contoh tindakan?
RASIONAL BEORIENTASI PADA NILAI
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Seseorang memilih untuk berjalan kaki jarak jauh untuk menghadiri upacara adat di desanya
TINDAKAN BERORIENTASI PADA NILAI
Oops!
Check
Okay!
Check
boom
Lose 50 points!
Oops!
gift
Win 20 points!
Okay!
rocket
Go to first place!
Okay!
thief
Give points!
5
10
15
20
25
20
Anggota keluarga secara rutin melakukan mudik ke kampung halaman setiap hari raya keagamaan (seperti Idul Fitri atau Natal) karena sudah menjadi kebiasaan tahunan.