Di ujung malam, Bayangan hujan menari di dinding sepi. Kata-kata menjadi kabut, Menyembunyikan rindu yang tak selesai.
prismatis
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Sebelum tidur aku berdoa. Semoga dalam mimpi. Kita bisa bersua.
diafan
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Aku mengumpulkan senyap dalam gelas retak, Meneguk senja yang menggigil.
prismatis
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Dalam jendela waktu yang kabur, Namamu menyamar jadi hujan. Dan aku, Hanyalah payung yang lupa dibuka.
prismatis
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Jejakmu menyala di antara debu, Langit retak, memuntahkan cahaya kelabu.
prismatis
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Ketika dia tersenyum. Aku bisa melihat warna-warni dunia, segala irama, juga tawa. Berhamburan di sekitarnya.
prismatis
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Matahari pagi bersinar cerah, Burung bernyanyi di antara dedaunan. Hatiku tenang, penuh rasa syukur, Hari ini indah, seperti doa yang terkabul.
diafan
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Kau bertanya tentang hidupku. Tahukah kamu? Hidupku seburam kaca jendela mobilmu pada suatu malan berhujan, dan tak ada apa pun yang bisa kau lihat dari baliknya, selain kerlap suram cahaya lampu toko.
diafan
Oops!
Check
Okay!
Check
heart
Other team wins 25 points!
Oops!
shark
Other team loses 25 points!
Okay!
gift
Win 20 points!
Okay!
baam
Lose 10 points!
Oops!
15
Oops!
Check
Okay!
Check
banana
Go to last place!
Oops!
magnet
Take 25 points!
Okay!
rocket
Go to first place!
Okay!
baam
Lose 25 points!
Oops!
15
Aku membeli topi. Pedagangnya sudah tua. Setiap hari membawa berlusin-lusin topi di keranjangnya.
diafan
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Setelah 10 tahun, aku melihatnya lagi. Tubuhnya seperti daun yang dimakan ulat. Keropos oleh sakit. Kopong oleh waktu.
prismatis
Oops!
Check
Okay!
Check
15
Sahabatku bernama Farid.
Orangnya jenaka.
Suka melontarkan
lelucon sepanjang waktu.